Peduli Korban Banjir Kudus

31 Jan

LKUnisbank :: Kudus, Jumat 31 Januari 2014 mengawali tahun baru cina, Tim relawan korban banjir unisbank yang digawangi oleh beberapa perwakilan mahasiswa seperti HMPS TI, BEM FTI, BAI, Cabank dan mahasiswa lainnya berhasil menghimpun dana dan bantuan berupa uang, pakaian dan alhamdulillah terkumpul kurang lebih sekitar 4jt (empat juta rupiah) lebih ditambah 1jt (satu Juta rupiah) dari kemahasiswaan. Total dana yang terhimpun tersebut dikonversikan dalam beberapa jenis bahan kebutuhan para pengungsi diantaranya : sembako, obat-obatan, perlengkapan mandi dan susu serta makanan bayi dan anak-anak.Tim berangkat dari kampus mugas, Kampus unisbank sekitar pukul 02.30 menggunakan 1 mobil kampus berisi penuh muatan bahan bantuan bagi korban banjir dan satu mobil untuk tim relawan yang ikut menghantar diiringi oleh beberapa motor relawan saling berboncengan yang tetap semangat dan penuh tanggung jawab menyampaikan amanat bantuan bagi para korban banjir.

Alhamdulillah, diluar rencana dan harapan yang sedikit cemas berkenaan dengan kabar mengenai beratnya medan yang harus dilalui berkat doa dan izin ALLAH SWT rombongan dapat sampai ke lokasi barak pengungsian korban banjir kudus tepat pukul 16.30, meskipun sedikit macet ketika memasuki kota kudus. Kabar berkenaan dengan kemacetan dan kondisi jalan sudah disampaikan oleh tim for raider yang digawangi oleh sdr irfan cukup membantu sebagai pantauan gambaran kondisi jalan yang akan dilalui.

Setelah sampai di lokasi, dikabarkan jumlah pengungsi yang masih bermukim diperkirakan 900 jiwa yang tertampung di tempat pengungsian. Berdasarkan informasi petugas yang menerima, korban banjir tahun ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kondisi banjir ditahun sebelumnya yaitu 2007 dan 1999 yang juga pernah terjadi dan sempat menimbulkan korban. Akan tetapi perbedaan mencolok korban banjir tahun ini, kondisi air sudah 10 hari ini tidak bergerak sama sekali, sehingga para pengungsi belum berani untuk kembali dan menempati tempat tinggal masing-masing di sepanjang aliran sungai yang membanjiri pemukiman warga.