Kitalah sang pemenang

29 Jan

LKUnisbank :: Inspirasi :: Dikisahkan pada suatu hari, di sebuah lapak tersebutlah dua orang sahabat yang sedang membeli buku dan majalah. Ternyata mereka dilayani dengan buruk oleh sang penjual, terlihat dari mimik mukanya yang selalu cemberut. Sahabat pertama merasa jengkel dan kesal menerima layanan dari sang penjual. Akan tetapi, sungguh berbeda jelas dengan sahabat ke dua yang tetap enjoy dan santai menghadapi sang penjual, bahkan bersikap sopan. kemudian sahabat pertama itu bertanya kepada sahabat kedua, “Hei. Koq kamu masih bisa bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan dan ngeselin kayak itu?”

Kitalah sang pemenang

“Pemenang kehidupan” adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit,
yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar,
serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.

Sahabat kedua dengan santainya kemudian menjawab, “Emangnya kenapa? Salah? Apa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kita ya … diri kita sendiri, Kitalah yang menentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.”

Sambil meluapkan kejengkelannya sahabat kedua yang tidak sependapat langsung menjawab “Tapi pelayanan dia buruk sekali, menyebalkan … menjengkelkan” bantah sahabat pertama.

“Masalah buat eloh? Ya, itu masalah dia, mau bad mood, nggak sopan, pelayanan buruk, apa kaitannya dengan kita? Tapi … kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri ”  Jawab sahabat kedua dengan nada datar.

Sobat Unisbank dimanapun berada … Tindakan kita acapkali dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. disaat mereka melakukan hal yang buruk, biasanya kita akan langsung membalasnya, bahkan bisa jadi dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi sedemikian pelit saat harus berurusan dengan orang itu.

Sekali lagi sobat unisbank, mari kita renungkan … Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? Jaga suasana hati! Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak! Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik (disadur kembali dari IpinChow)